Senin, 07 Januari 2013

KAYU



Kayu, Kegunaan & Daya Yang Dipunyainya.
Dikalangan masyarakat kita, terutama yang ada di Pulau Jawa, ada yang mempunyai keyakinan bahwa untuk beberapa jenis kayu tertentu, ada yang memiliki daya gaib dan khasiat tertentu. Asal kayu tersebut bisa saja karena berasal dari pohon atau kayu bekas tempat keramat atau yang dikeramatkan seperti makam leluhur, para Wali atau karena langka, susah mendapatkannya atau bisa juga karena memiliki sifat khusus yang tidak dimiliki kayu lain.

Derajat tuah kayu tergantung dari tempat tumbuh, lingkungan dan tata cara pengambilannya yang kadangkala memerlukan sesajian. Selain itu gambar yang ada pada kayu karena proses alam atau pembusukan atau penyakit pohon kadangkala diyakini memiliki pengaruh gaib juga, contohnya Pelet Kendhit pada warangka keris dari kayu Timaha dipercaya memiliki daya mengikat tamu hingga mereka tidak meninggalkan tempat hajatan sebelum acara selesai.

Ternyata kepercayaan ini terdapat juga dibeberapa suku bangsa lain, bukan hanya bangsa kita saja.

Dengan mengacu beberapa sumber, a.l. Drs. Budihardono, Ir. Bambang W.B. , R. Oesodo, Ir. Wibatsu HS dan sumber lainnya diuraikan dibawah beberapa jenis kayu yang secara tradisional dianggap bertuah. Penyertaan nama latin untuk menambah informasi mengenai jenis kayu tersebut, untuk beberapa nama latin yang dirasa kurang tepat diberi tanda (?).

1. Asam Jawa, Celagi, Tangkal Acem (Tamarindus Indicus Linn)
Pohon Asam sangat popular di Indonesia dengan tinggi mencapai 30 m dan diameter mencapai 60 – 70 cm. Daun dan buahnya banyak digunakan untuk obat. Asam Kawak adalah buah asam yang telah dibersihkan dari biji dan seratnya kemudian dikukus sekitar 10 menit, diberi sedikit garam, dibentuk seperti bola dan dijemur disinar matahari. Asam kawak ini digunakan untuk obat macam macam, diantaranya penyakit tenggorokan. Bijinya disebut Klungsu, diyakini dapat menolak roh jahat, khususnya dari Kerajaan Kidul. Biji asam yang hitam legam sebanyak 3-9 biji jika ditaruh dalam lampu mobil/motor dipercaya dapat menghindari kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh mahluk halus. Bagian hitam dari teras asam dinamakan Galih Asam, bertuah untuk keselamatan, menolak Jin jahat dan anti tenung. Jika dipukulkan pada seseorang yang mempunyai daya magic hitam maka biasanya akan punah kesaktiannya. Galih Asam hanya baik dipakai oleh pemimpin berhati “Satriya Pandita”, kayu ini juga bagus untuk Warangka Keris.

2. Awar-awar, Dausalo, Bar-abar, Sirih Popar (Ficus Septica Burm)
Perdu yang banyak tumbuh di tempat agak basah ini hampir tumbuh diseluruh Nusantara, dari akar sampai daun mempunyai kegunaan. Akarnya ditumbuk dengan Adas Pulowaras dan airnya diperas dapat digunakan untuk mengobati keracunan ikan, gadung (Dioscorea hispida dennst.) dan kepiting. Jika ditumbuk dengan segenggam akar alang-alang dan airnya diperas merupakan obat muntah yang sangat manjur.

Daun awar-awar sering digunakan untuk menolak setan. Jaman dulu daunnya banyak dimanfaatkan untuk membuat tikee, yaitu daun awar-awar diiris halus kemudian dicampur candu. Dalam bentuk bulatan kecil ini tikee dibakar didalam alat penghisap madat khusus yang dinamakan "bedhutan".

Seringkali pohon awar-awar yang sudah tua bagian terasnya memperlihatkan gambar seperti pelet timaha, bagian ini banyak dicari pecinta keris untuk warangka karena diyakini kayu ini dapat meredam keris/tombak yang panas serta menjauhkan dari gangguan jin jahat dan black magic. Yang perlu diingat kayu ini sangat lunak.

3. Bambu Buntet, Bambu Pethuk (Bambusa Sp, Phyllostachys Sp, Schizostachum Sp, dsb)
Bambu buntet adalah bambu yang buluhnya tidak kosong. Dipercaya tongkat atau potongan bambu ini bertuah menghalau pengaruh roh jahat dari rumah. Bambu pethuk adalah bambu yang kedua ruasnya saling bertemu. Dipercaya siapa saja yang membawa potongan bambu ini akan kesampaian maksudnya, tidak mendapat gangguan dari siapa saja. Rotan pethuk adalah rotan yang buku ruasnya saling berhadapan, khasiatnya sama dengan bambu pethuk. Bambu Carang Gantung adalah bambu yang tumbuh dari rebung dan keluar sebagai pohon bambu kecil kecil, diyakini anti jin jahat dan santet, banyak ditaruh diatas pintu masuk rumah dan jika dipukulkan pada ular akan mati seketika, juga dipercaya bertuah menghindari wabah penyakit menular dan ilmu hitam yang hendak mengganggu pemiliknya.

4. Boga (Ficus Toxicaria Linn ?)
Kayu ini menyerupai kayu Kebak (Ficus Alba Reinw), warnanya putih dan diyakini berkhasiat menglariskan dagangan. Caranya : taruh sepotong kayu ini didalam almari / etalase barang yang dujual, atau dapat juga disimpan dalam peti uang. Jika ditaruh didalam rumah dipercaya pemiliknya tak pernah kekurangan sandang pangan.

5. Bambu Apus Pringgolayan, Wulung & Ori
Bambu Apus (Gigantochloa Apus Kurz) yang tumbuh dibelakang makam Pangeran Pringgoloyo dkampung Pringgalayan, Kotagede, Yogyakarta sejak jaman dulu dipercaya memiliki tuah membuat pekarangan menjadi angker, karena itu sering digunakan untuk mengusir penyewa yang bandel, tidak mau pindah. Biasanya sepotong bambu apus ditanam atau ditaruh dekat pintu rumah, tetapi setelah tujuannya tercapai segera dikembalikan ke Pringgolayan. Menurut juru kunci makam, semua bambu apus di Pringgolayan mempunyai sifat demikian, tetapi sifat baiknya juga ada termasuk jimat penglaris dagang, tumbal keselamatan, menolak jin jahat. Semua tergantung dari permohonannya.

Bambu wulung (Gigantochloa verticillata Munru) dan bambu Ori (Bambusa Bambos Miq) juga dipercaya memiliki tuah menolak setan. Untuk keperluan ini, ambil sepotong buluh bambu yang satu ruasnya tertutup kemudian taruh disisi pintu masuk dan isi buluh bambu itu dengan air cucian beras, potong dlingo bangle, garam dan rumput alang-alang. Setiap kali, misal setiap minggu, isi dengan air cucian beras, sarana ini selain menolak jin jahat juga menolak tuju, tenung dan santet.

Cara lain, ambil bambu ini dalam bentuk tusuk sate (diruncingkan). Masing-masing disudut perkarangan atau rumah tusukan bambu ini kedalam tanah. Taburi garam dan irisan dlingo bangle disekitar tusukan sate ini.

6. Lingsar (Pterocarpus Sp ?)
Pohonnya tinggi besar, tumbuh ditempat kramat Lingga Manik, barat daya desa Kayangan, Kulonprogo, sebelah utara Samigaluh. Dipercaya bisa menolak jin jahat dan memperlancar permohonan yang bersifat kesucian. Kayu Lingsar sepintas seperti Kayu Sengon (Albizzia falcate), bersifat mudah retak karena penggantian cuaca.

7. Klumpit, Klumprit (Terminalia Edulis Blanco ?)
Pohonnya tinggi besar, banyak terdapat dihutan jati, namun kini hampir punah digunakan untuk bahan bangunan yang tidak menuntuk keawetan. Salah satu pohon Klumpit yang masih alami terdapat di Goa Ngrancang Kencono, 7 km barat daya kecamatan Playen termasuk kawasan desa Manggoran Kidul.

Kayu ini dipercaya bertuah memudahkan permohonan yang bersifat duniawi.

8. Wergu (Rhapis Flabelliformis l’Herit)
Palma kipas atau Wergu biasanya tumbuh dalam rumpun yang padat.

Batang berbuku-buku lurus keatas dengan daun daun seperti kipas. Pohon ini berasal dari China, Vietnam, Laos dan Kamboja. Biasanya tumbuh liar atau sebagai tanaman pagar.

Batang yang berat biasanya berasal dari yang berumur 20 th lebih, dijaman dulu kayunya banyak dieksport ke Hongkong dan China. Nama dagangnya Cannes de laurier atau jones du Tonkin. Kualitasnya dibedakan : (1) diameter lebih dari 20 mm, (2) diameter 13-20 mm, (3) diameter 8 – 13 mm. Semua kualitas ini mempunyai panjang 125 mm.

Kayu Wergu dipercaya bertuah menjauhkan ular dan binatang berbisa, selain itu juga memiliki daya menambah kekuatan bagi pemakainya.

9. Songgo Langit (Ochrosia oppositifolia K.Schum & Tridax procumbens Linn.)
Kayu Songgo Langit yang dianggap bertuah adalah kayu Ochrosia oppositifolia K.Schum. yang sudah amat langka, tingginya bisa mencapai 13 – 14 m dengan diameter 30 sm, biasanya tumbuh didaerah pantai atau tepi pantai. Akarnya keras, dari luar tampak kuning tetapi dalamnya tampak kuning pucat. Kayunya berbau untuk obat dan biasanya digunakan untuk obat terutama sakit perut, kejang perut dan rasa tidak enak setelah makan ikan atau udang. Sementara ada yang beranggapan kayu Songgo langit yang berkhasiat ghaib adalah jenis perdu Tridax procumbens Linn. Biasa tumbuh dikarang karang pegunungan kapur. Pohon ini banyak bercabang dan akar batangnya kuat. Berasal dari Amerika Tengah. Tuahnya menolak niat jahat dari orang atau mahluk halus.

10. Pule, Pulai (Alstonia Scholaris R. Br)
Pohon yang bisa mencapai tinggi 49 m, terdapat diseluruh nusantara, yang baik biasanya tumbuh dibawah 900 m d.p.l dan didekat air. Ada 2 macam varietas, yang bertangkai dan tulang daun berwarna hijau dan satunya berwarna ungu. Keduanya memiliki kegunaan sama.

Kayu Pule lunak dan berwarna kuning keputihan, ada jenis kayu pule yang keras, tetapi umumnya lunak. Dalam dunia pengobatan dikenal sebagai obat demam, malaria, penyakit gula darah dan kurang nafsu makan, rasanya pahit seperti Bratawali. Getah pohon Pule sering digunakan untuk mematangkan abses (bengkak) di kulit.

Banyak yang menganggap Pule bertuah untuk menolak unsur jahat dalam rumah atau pekarangan, kadang digunakan untuk mengobati kesurupan, untuk ini ambil cabang yang masih ada daunnya dan cabang pohon awar-awar serta segenggam tumbuhan alang-alang. Cambukanlah pelan-pelan punggung orang yang sedang kemasukan roh jahat itu. Biasanya dia akan segera sadar.

11. Rumput Fatimah (Calligonum Sp)
Rumput fatimah banyak diambil kaum muslim dari Tanah Suci Mekah dipercaya memiliki tuah memudahkan menagih hutang, permohonan pekerjaan, melunakan hati orang dan sebagainya. Ada juga kegunaan lain untuk memperlancar persalinan, caranya : masukan rumput itu kedalam air, biasanya akarnya mengembang, bacalah Al-Fatihah atau Al-Ikhlas sebanyak 100 x selama merendam itu, minumkan segelas ke ibu yang bersangkutan sambil memohon petunjuk Allah.

Rumput ini juga dapat mengobati kanker, stroke ringan dan tekanan darah tinggi, hanya disini digunakan air panas (thermos), bacaannya Al-Fatihah dan Ayat Kursi masin masing minimal 200 x sesudah itu mohon penyembuhan pada Allah dan minumkan satu gelas 3 x sehari sampai sembuh. Oleskan air rendamannya kepada sisakit.

12. Minging
Sejak jaman dulu pohon ini diyakini membuat ular mabuk, disebut juga pohon ular.

Sering disimpan sebagai penghalau ular atau dibuat tongkat kalau masuk hutan, warnanya coklat kehitaman dan agak berat.

13. Cendana (Santalum Album L.)
Aslinya berwarna kuning agak kemerahan, berbau wangi, kayu ini diyakini bertuah didekati arwah leluhur, jangan membawa pusaka yang berwarangka Cendana bilamana menengok orang sakit karena dipercaya dapat mempercepat ajalnya. Tosan aji yang diberi warangka Cendana akan berbau harum dan lebih awet.

14. Drini, Sentigi (Pemphis Acidula Forst)
Kayu Drini dulu banyak dijumpai dipantai selatan Jawa khususnya dipantai Krakal sebelah timur Baron, Gunung Kidul. Menurut beberapa orang, kayu ini juga ditemukan didaerah pantai lain. Karena banyak dicarai maka kayu ini terancam punah karena diyakini bertuah untuk keselamatan, anti black magic, anti gigitan ular dan dijauhi ular. Selain itu rendaman kayu dalam air juga berkhasiat mengobati penyakit perut. Kayu yang kering akan berbau harum bila digosok dengan ujung jari. Jenis Drini dari Pulau Kangean oleh penduduk setempat dinamakan SETIGI, CANTINGGI atau MENTIGI, kayu ini juga banyak dicari untuk pengobatan, karena langka maka harganya sangat mahal, biasanya pohon Drini tumbuh ditanah kapur yang banyak mendapat angin laut atau sering terendam air laut.

15. Dewadaru
Kayu amat langka ini dulu banyak ditemukan di pulau Karimunjawa sebelah utara Jepara, diyakini bertuah menolak hewan buas dan ular, menyembuhkan gigitan ular berbisa dan menjaga keselamatan. Kayu ini kurang baik dibawa dalam perjalanan berperahu karena sifatnya mendatangkan angin taufan.

Ada 2 macam kayu Dewandaru, yang dipercaya asli tumbuh didesa Nyamplung, konon jelmaan dari tongkat yang ditinggalkan Sunan Kudus, seorang wali Kerajaan Demak. Sedangkan Kayu Dewandaru dari Gunung Kawi, walau jenisnya lain dengan yang ada di Karimunjawa tetapi dipercaya berkhasiat sama.

16. Kayu Itam, Kayu Arang, Kayu Ebony (Diospyros spp)
Kayu berwarna hitam atau kelabu berserat serat hitam. Kayu ini, khususnya yang hitam seluruhnya, bertuah menangkal roh jahat dan menciptakan suasana ketentraman. Ruang tamu yang diberi hiasan kayu ebony akan terasa teduh dan damai sehingga kerasan tinggal diruang tersebut.
17. Kebak (Ficus Sp, Macaranga Sp, Acalypha Sp)
Pohon Kebak umumnya semacam pohon beringin hutan tetapi tidak bisa besar, namun adapula yang beranggapan pohon ini sejenis waru tetapi daunnya agak muda, sering disebut Tutup (Macaranga sp, Acalypha sp). Kayunya yang ringan dipercaya melariskan dagangan dengan menaruhnya ditempat dagangan atau uang. Kayu ini mudah kena pelapukan / jamur.

18. Kelor, Maronggi, Celor, Keloro (Moringa Olefera Lamk)
Semua bagian pohon ini dipercaya bisa untuk obat. Jika ada orang yang kejang-kejang atau kesurupan atau kena hawa jahat (sawan) dari jenazah, cobalah tengkuknya dan semua persendian tubuhnya digosok dengan remasan daun kelor, biasanya ia segera siuman. Orang yang punya kesaktian tertentu (Black Magic) biasanya juga akan punah bilamana dipukul dengan cabang pohon kelor. Tidak semua pohon kelor memiliki bagian teras yang berwarna hitam yang biasa disebut GALIH KELOR, bagian kayu ini sering dicari sebagai jimat karena dipercaya dapat menunjang ilmu kanuragan dan kebal terhadap senjata tajam. Galih Kelor tidak dianjurkan dibawa oleh mereka yang berpembawaan lekas naik darah.

19. Kengkeng
Banyak dijumpai dilereng Gunung Lawu, dicari karena dapat menyadarkan orang yang kesurupan. Sepotong kayu ini jika ditaruh dekat bayi atau anak kecil bisa menolak roh jahat, roh halus.

20. Krangeyan (Litsea Cubeba Pers)
Pohon setinggi 5 – 15 m dengan batang yang paling besar hanya berdiameter 25 cm ini banyak dijumpai di daerah pegunungan. Mulai dari kulit, daun dan bunganya berbau harum. Kayunya diyakini memiliki daya menolak santet, tenung dan gangguan setan jahat. Untuk pengobatan umumnya baik bagi sakit pernapasan.

21. Liwung (Arenga Pinnata Merr ?, Calyptrocalyk Spicatus ?, Cycas Sp ?)
Kayu ini ditemukan didaerah Gunung Lawu, biasnya berbentuk tongkat atau potongan yang banyak ditawarkan oleh penduduk setempat. Warnanya hitam seperti teras kayu aren, bedanya seratnya agak kasar. Kayu Liwung berasal dari pohon Liwung yang tidak lain adalah pohon Aren laki-laki karena tidak mempunyai bunga betina. Pohon ini amat jarang, sementara ada kayu sejenis yang dipercaya sebagai kayu liwung namun asalnya berbeda. Kayu Liwung dipercaya mempunyai tuah kekebalan terhadap senjata tajam dan tumpul, sangat baik untuk mereka yang mendalami ilmu kanuragan. Sifatnya agak panas, tidak baik untuk mereka yang mudah terpancing emosinya.

22. Lotrok
Sepintas mirip kayu Kebak atau Boga, namun agak kemerahan.

Kayunya ringan dan berasal dari lereng gunung berapi. Dipercaya kayu ini dapat memperlancar pesalinan dan anti black magic namun kadar tuahnya rendah.

23. Mimang
Tidak diketahui nama latinnya, akar mimang menonjol dipermukaan tanah, konon siapa yang melangkahinya akan bingung dan tersesat. Akar mimang ditanam ditanah dibawah pintu masuk dan bagian belakang rumah. Baik akar maupun kayunya dipercaya memiliki khasiat membingungkan orang siapa saja yang melangkahinya.

24. Pamrih & Ringin Sepuh (Ficus Spp)
Kayu Pamrih berasal dari pohon Pamrih yang tumbuh dibekas pertapaan Sri Sultan Hamengku Buwono I di Beton Kampung Sewu ditepi Bengawan Solo, Surakarta. Menurut legenda dibawah pohon itulah baliau berteduh setiap hari sampai ada bisikan gaib untuk melawan Kompeni Balanda. Kayu Pamrih dipercaya bertuah kepangkatan, kewibawaan dan keberanian, cocok bagi mereka yang berkecimpung di pemerintahan.

Ringin sepuh disini adalah pohon yang tumbuh dihalaman makam raja-raja Mataram di Kota Gede, Yogyakarta. Dinamakan juga “Waringin Tuwo” atau Ringin Sepuh, sejak jaman dulu dipercaya memiliki kekuatan gaib. Daunnya yang jatuh “mlumah kurep” artinya satu jatuh terlentang pada satu sisi sedang satunya pada sisi lain ditambah akar dan sedikit kulit pohon, semuanya dimasukan kedalam kantong kain putih kecil banyak digunakan sebagai zimat keselamatan. Bagi yang mujur, kadang kejatuhan sebuah cabang pohon ini. Kayunya dipercaya memiliki tuah keselamatan, kewibawaan dan derajat kepangkatan. Dijaman dahulu, hampir semua warga Yogya yang akan merantau keluar daerah dibekali bungkusan daun ini. Kalau maju perang atau pergi kedaerah lain, akan kembali dalam keadaan selamat.

25. Nagasari, Penaga Putih, Nagakusuma (Mesua Ferrea Linn)
Pohon ini asalnya dari India, banyak ditanam dihalaman atau kebun dibawah 1300 m dpl didaerah Jawa dan Bali, bisa mencapai tinggi 20 m dengan diameter 50 cm. Yang dianggap bertuah umumnya terdapat di makam-makam tokoh sejarah, misal Raja, Ulama seperti di Imogiri, Kotagede, Kudus dan Gunung Muria. Daun yang muda berwarna merah, duduk berhadapan, bunga besar dengan 4 helai daun mahkota yang berwarna putih, berbau wangi. Sedang buahnya berkulit keras disebut Gandhek berisi 1 – 4 biji. Mulai akar, daun, bunga sampai kulit dan kayu dimanfaatkan untuk obat dan azimat penangkal bahaya.

Kuncup bunga yang masih tertutup disebut sari kurung atau cangkok kurung. Sedang kuncup bunga yang telah terbuka disebut sari mekar atau cangkok mekar. Benang sarinya harum, dinamakan podhisari atau sari naga / sari cangkok. Bunga yang telah diambil benang sarinya ditumbuk halus menjadi obat-obatan disebut sari cangkok. Semua ini menjadi bahan campuran pelbagai obat racikan.

Biji Nagasari juga banyak dimanfaatkan untuk obat luar, caranya biji ditumbuk halus setelah dihilangkan kulit kerasnya, kemudian ditaruh dalam minyak kelapa atau wijen (sesam oil) dan dipanasi. Minyak ini sangat baik untuk luka infeksi, eksim menahun, bengkak bahkan bisul dan segala macam penyakit kulit. Untuk pengobatan sebaiknya dalam keadaan hangat larutan nogosari dalam minyak itu dioleskan pada bagian yang sakit.

Biji Nagasari juga dapat digunakan untuk pengobatan infeksi dalam. Caranya, ambil 3 –5 nogosari, pecah dan tumbuk lalu taruh dalam gelas berikut kulitnya lalu seduh dengan air setengah panas (air termos), diamkan sekitar 5 menit dan setelah dingin diminumkan pada si sakit. Isinya jangan dibuang tetapi isi dengan air panas lagi dan lima jam kemudian diminumkan lagi kemudian ditambah air panas lagi dan minumkan 5 jam kemudian. Air nogosari ini sangat baik untuk mengobati haid yang selalu sakit, pendarahan lambung dan keputihan. Menurut pengalaman banyak orang, segala penyakit yang mempunyai efek panas badan dapat disembuhkan dengan nogosari, baik dengan seduhan dalam air mulai dari biji, serpihan kayu, daun, bunga atau kulit kayunya. Kulit kayu Nogosari berwarna coklat, jika sudah tua menjadi coklat kehitaman atau coklat dengan serat serat hitam. Kayu yang dianggap mempunyai daya gaib istimewa terutama yang dari makam leluhur. Untuk mendapatkannya dianjurkan puasa mutih (hanya makan nasi dan minum air putih) selama beberapa hari. Sebelum memotong kayu, seyogyanya melakukan sesaji selamatan menurut petunjuk penjaga makam.

Kayu Nogosari termasuk keras dan ulet, sebaiknya setelah dipotong jangan dijemur, tetapi setelah agak kering buatlah barang yang diinginkan, misal tongkat, pipa, stick dan sebagainya.

Kayu ini sangat berbahaya jika untuk memukul. Secara spiritual kayu ini bersipat mengembalikan daya yang dilontarkan kepada pemakai. Diyakini kayu ini merupakan kayu yang paling unggul diantara kayu bertuah lainnya. Tuahnya : keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap orang jahat/jin jahat, binatang berbisa, anti tenung dan black magic. Pemakai kayu ini diharapkan berlaku jujur dan suci, jika tidak maka tindakan negatif nya akan berbalik memukul diri sendiri. Kayu Nagasari mudah dikenal karena jika ujungnya dibakar tidak menyala dan jika direndam air sekitar 10 menit maka permukaannya akan keluar bulu-bulu halus.

Pantangan : Kayu ini jangan sekali-kali dilangkahi wanita atau pria dan seyogyanya kayu ini jangan dilekati benda logam(emas, kuningan, perak) atau gading. Biarkan seperti adanya. Kayu yang tua sangat bagus untuk dibuat mata cincin, khasiatnya sama dengan membawa kayu Nagasari dalam ukuran besar.

26. Rotan Poleng, Rotan Pethuk (Daemonorops Spp, Gleichenia Spp)
Batang rotan yang poleng (bintik hitam) dipercaya bertuah membuat orang kuat berjalan jauh, karenanya dicari untuk dibuat tongkat. Begitu juga dengan rotan pethuk, artinya dua ruas yang saling berhadapan, dipercaya memiliki daya gaib, diantaranya bisa menghilang, kebal terhadap senjata tajam dan menghalau unsur jahat.

Menurut cerita Pangeran Mangkubumi pernah diberi rotan pethuk dan apabila diajunkan maka musuhnya seakan melihat orang dalam jumlah banyak sehingga melarikan diri.

27. Secang (Caesalpinia Bonducella Flemm / C. Sappan Linn)
Pohon secang tumbuh dimana-mana, ditanam sebagai pagar hidup atau pohon liar, pohonnya penuh duri, kayu gubal berwarna putih sedang bagian terasnya berwarna merah darah. Rendaman atau seduhan air panas kayu secang ini berwarna merah dikenal sebagai obat manjur penyakit yang ditandai keluarnya darah seperti demam berdarah, mimisan, muntah darah, berak darah bahkan penyakit darah tinggi, juga untuk menyembuhkan penyakit gula darah (DM), jantung, infeksi ginjal dan lever.

Untuk penyakit jantung, seduhan ini ditambah daun Dewandaru dari Gunung Kawi, anak yang panas dapat didinginkan dengan mengompresnya dengan seduhan air secang. Penyakit stroke yang belum terlambat dapat diberi minuman rebusan kayu secang yang ditambah dengan pohon ceplukan dan sedikit adas pulowaras. Untuk pengobatan penyakit kanker, rebusan secang ditambah serpihan tatal kayu setigi, nogosari dan segenggam rumput lidah ular atau jika tidak ada dapat diganti dengan buah Makutha Dewa. Kayu secang bertuah anti roh jahat, pelarisan dagangan dan menolak santet. Untuk pelarisan seyogyanya semua tempat barang dagangan dan lantai took dipel dengan air rebusan secang dan bagian depan tempat usaha disiram dengan seduhan secang setiap pagi sebelum toko buka.

28. Sempu (Dillenia Sp ?)
Kayu berwarna putih seperti kebak, dipercaya menyembuhkan orang kesurupan, caranya dengan membawa kayu sempu rabalah orang tersebut dan dengan ijin Allah SWT berdoalah agar orang tersebut sadar, atau rendamlah sepotong kayu sempu kedalam air putih, basahilah kepalanya dengan air tersebut dan berdoalah menurut keyakinan anda, semoga orang tersebut bisa sadar. Hal yang sama bisa dilakukan juga dengan menggunakan potongan kayu nogosari.

29. Setigi, Kastigi, Sentigi, Kayu Sulaiman
Banyak ditemukan didaerah berdekatan dengan pantai laut dan biasanya tumbuh ditanah berkapur. Pohon ini daunnya menyerupai daun sawo beludru atau duren yaitu hijau dengan bagian bawah berwarna merah tembaga.

Kayu ini bersifat perempuan, sebaiknya jangan dipakai oleh wanita terlebih yang belum menikah. Kayu ini yang masih segar berwarna putih kemerahan namun lama kelamaan berubah coklat tua dan jika memukul orang hanya menyebabkan pingsan, tidak mati.

Tuah kayu antara lain anti gigitan binatang berbisa, caranya ditempelkan potongan kayu setigi ke bekas gigitan atau sengatan beberapa lama. Juga menolak hama tumbuhan, penyakit menular dan tanah sangar karena pengaruh jin jahat/black magic. Kayu ini bisa juga untuk mengobati penyakit kanker. Ambil serpihan (tatal) kayu setigi, rebus bersama rumput lidah ular-ularan, segenggam daun tapak dara dan adas pulowaras, penderita diminta minum 3 x sehari masing masing 1 gelas. Kayu Setigi relatif ringan namun tenggelam dalam air. Pemakai kayu setigi atau tesek atau pembawa kayu setigi jangan sekali kali masuk air karena bisa tenggelam. Kayu ini banyak terdapat dipantai-pantai khususnya pegunungan kapur yang setiap hari mendapat angin laut.

30. Sodo Saren, Sodo Lanang (Arenga Pinnata Merr)
Lidi daun aren dipercaya memiliki khasiat menghalau jin/setan dan melumpuhkan orang-orang yang memiliki kesaktian karena ilmu hitam. Mereka akan hilang kesaktiannya bila dipukul dengan lidi daun aren, jangan sekali-kali memukul anak dengan lidi daun aren karena salah-salah bisa kena penyakit jiwa yang sulit disembuhkan.

Rumah yang angker atau banyak dihuni hewan pengganggu seperti tikus, ular, kelabang dll, bisa dibersihkan dengan satu ikat lidi aren yang dikebutkan keseluruh penjuru ruangan, lebih baik lagi bila disertai dengan membakar daun trembesi (johar, Cassia siamea Lamk) yang kering dicampur sedikit belerang, biasanya dalam beberapa waktu sudah bebas dari segala gangguan.

Sodo Saren disebut juga sodo lanang, penamaan ini juga diberikan kepada lidi daun kelapa yang jatuh menancap ditanah secara alamiah. Khasiatnya sama dengan lidi pohon aren.

Bila sodo lanang tidak digunakan, taruhlah diatas pintu masuk rumah sebagai penolak bala.

31. Sulastri, Slastri, Sletri, Sulastri, Bintangur Bunut (Calophyllum Soulatri Burm)
Pohon ini bisa mencapai tinggi 30 m dengan diameter 50 cm. Dipelihara orang karena bunganya harum, pohon ini dianggap bertuah yang ditanam di petilasan pemandianLangenharjo, Sukoharjo, Surakarta sebagai peninggalan Sri Sunan PBX.

Sejak jaman dulu daunnya dipercaya dapat merukunkan pasangan suami istri yang selalu cekcok atau tidak rukun, begitu juga kayunya dapat disimpan untuk maksud yang sama. Daun Sulastri sering digunakan untuk penyakit rheumatik sedang kulit kayunya banyak dimanfaatkan untuk campuran jamu penguat badan.

32. Tesek, Tengsek (Rhynchocarpa Monophylla Backer ?)
Kayunya amat keras dan awet, banyak ditemukan dilereng gunung berapi dengan tinggi mencapai 40 m dan diameter 50 cm, batangnya lurus dan bulat.

Karena banyak diburu orang, sekarang makin langka, dibedakan antara Tesek biasa dan Tesek Wulung, yang pertama kayunya putih, disana sini diwarnai cerat-cerat atau poleng hitam. Tesek lainnya wulung, kulitnya berwarna coklat tapi lama lama menjadi hitam.

Menurut kepustakaan, kayu ini tenggelam di air dan jika diletakan diair mengalir maka ia akan berjalan melawan arus, kayu ini bagus disimpan orang yang sabar dan tidak mudah marah karena bila digunakan untuk memukul walau hanya digunakan sebagai mata cincin, bahayanya tetap ada, orang bisa pingsan sampai mati. Kayu ini biasa dibuat cincin, pipa, tangkai tombak, gantungan kunci dll.

Tuahnya : tahan lama dalam air, diwaktu banjir mengamuk ia bisa tahan jika memakai kayu ini, juga dipercaya anti tanah sangar, anti hama tumbuhan dan anti ilmu hitam, anti upas atau entup (sengatan lebah). Wanita dan Pria boleh memakai kayu ini dan kayu ini bersifat laki-laki, jodoh kayu ini adalah kayu setigi. Kayu Setigi yang terkenal dari Gunung Lawu atau Merapi.

33. Timaha
Kayu Timaha yang berkhasiat adalah yang mengandung pelet.

A. Pelet Kendhit, pelet yang melingkar pada kayu dengan warna yang lebih gelap dari kayu asalnya dan kelihatan mengkilap seperti bara api. Pelet jenis iniberkhasiat membawa kebahagiaan, kemudahan, kekayaan dan melindungi diri dari bahaya dan penyakit bagi pemiliknya.

B. Pelet Tulak, membentuk garis tebal dari atas kebawah dengan warna yang menkilap hitam/coklat tua dan gambar yang ditengah lebih menyala dari gambar yang lain, khasiatnya melindungi pemilik dari senjata tajam.

C. Pelet Pudhak Sinumpet, menyerupai pelet tulak hanya tidak mempunyai gambaran hitam, khasiatnya seperti pelet tulak.

D. Pelet Pulas Kembang, pelet yang menyerupai awan ber-arak dan berkhasiat menolak bahaya dilaut dan sebagai penolak binatang buas disungai (buaya, ular dll).

E. Pelet Dhoreng, gambarnya seperti loreng harimau, berkhasiat pemiliknya menjadi angker/tegar dan disegani. Banyak dicari dengan harga cukup tinggi.

F. Pelet Ngamal, pelet dengan bentuk bintik-bintik besar (ceplok) dengan jarak sedikit jarang satu sama lain. Khasiatnya memberikan kepuasan hidup dan selalu gembira. Pelet ini sedikit memilih dan hanya pejabat yang memakainya.

G. Pelet Pulas Groboh, gambarnya bintik-bintik besar dan kecil. Khasiatnya hampir sama dengan pelet ngamal hanya tidak pemilih.

H. Pelet Beras Wutah, bergambar titik-titik kecil merata pada seluruh kayu, khasiatnya untuk pengasihan (dicintai manusia dan binatang), banyak dicari dan mahal.

I. Pelet Ngirim (Ngingrim) Kembang, gambarnya berbentuk besar dan panjang, khasiatnya dihormati orang, dicintai lawan jenis dan biasanya dipakai oleh yang belum berkeluarga (bisa jejaka, duda).

J. Pelet Gandrung, bentuknya bulat bulat dan tidak teratur dengan warna lebih mengkilat dan terang, pemiliknya hidup hemat dan cermat.

K. Pelet Ceplok Kelor, gambarannya bulat telur dan besar seperti daun kelor, khasiatnya memberi keselamatan pada pemilik.

L. Pelet Ceplok Bantheng, pelet yang hampir menutup seluruh kayu tetapi masih terlihat disana-sini kayu aslinya. Pemiliknya akan selalu dalam keadaan sehat wal-afiat.

M. Pelet Segara Winotan, pelet yang terdiri dari satu, dua, tiga bintik-bintik yang teratur. Khasiatnya dihormati setiap orang dan pelet ini pemilih, hanya pejabat tinggi yang pantas memakainya.

O. Pelet Gana, pelet yang bergambar seperti batu arca, khasiatnya memberi kesejahteraan dan menghimpun semua kebaikan dan kebahagiaan. Dulu hanya dipakai raja atau pejabat tertinggi.

P. Pelet Sembur, pelet dengan gambar titik-titik kecil tersebar diseluruh permukaan kayu, khasiatnya dapat menundukan manusia atau binatang, menghindarkan kemarahan orang lain dan umumnya pelet ini mempunyai kekuatan gaib.

Q. Pelet Nyerat, jenis ini bergambar garis-garis tipis seperti gambar pada marmer, kadang seperti hurup/tulisan. Khasiatnya pemiliknya dapat hidup mandiri, percaya diri dan selalu beruntung serta jaya, dalam berusaha selalu berhasil.

R. Pelet Dewadaru, seperti pelet nyerat, hanya garisnya lebih tebal dan tajam sehingga kadang-kadang sulit membedakan dengan pelet nyerat. Khasiatnya melindungi keluarganya dari mara bahaya, melindungi harta benda dan biasanya pusaka yang memakai pelet ini ditaruh dalam tempat penyimpanan harta. Pelet ini terdapat pada pohon beringin dan mempunyai nilai cukup tinggi dan sangat dihormati.





Kayu Bertuah Nusantara
Produk/Layanan
Seputar Kayu "Bertuah"
HASIL penelitian tahun 1987-1989 di Fakultas MIPA UGM (Universitas Gajah Mada) oleh dr. Untoro, dkk dengan Chronometer menunjukkan bahwa energi yang terdapat pada “Kayu Bertuah”, besarnya dua kali lipat dibanding energi Tosan Aji atau

Pusaka. Jika energi pusaka pada level 50, energi yang terdapat pada kayu “bertuah” mencapai level 100.





Kayu-kayu tertentu memiliki kekuatan pemancar. Misalnya, anda berniat ingin selamat dari kejahatan, maka kayu itu menjadi pemancar dari niat tersebut. Kayu memancarkan energi (nur/cahaya). Cahaya memiliki frekuensi sangat
tinggi dan gelombang molekul ion yang jika dipicu dengan doa, frekuensinya menjadi lebih kuat, tinggi dan menimbulkan aura. Cahaya rumusnya 328 tahun cahaya atau R sehingga logika manusia tidak dapat menjangkau.

Ketika masih hidup, kayu “bertuah” mengandung zat-zat netrogenium yang sangat tinggi. Setidaknya ada 33 jenis kayu yang memiliki radiasi positif. Namun karena ada beberapa jenis kayu yang berkhasiat sama, kami hanya menyantumkan 23 jenis, yaitu :



1. DEWA DHARU adalah pasangan dari Kayu Setigi. Jika keduanya disatukan, pancaran energinya menjadi lebih maksimal, khususnya untuk :




• Keselamatan
• Meningkatkan keberanian (nyali)
• Melancarkan rezeki
• Penangkal energi negativ, dan
• Menetralkan racun
Kayu Dewa Dharu dengan jumlah terbatas dapat diperoleh di kepulauan Karimun Jawa, Jepara.


2. GALIH ASAM berasal dari hati pohon asam yang sudah berusia ratusan tahun. Karakter dari kayu ini untuk :
• Keteguhan hati
• Keselamatan
• Kesehatan (menambah stamina)
• Alat pijat yang ampuh
• Melumpuhkan ilmu kebal
Galih asam yang memiliki energi maksimal berasal dari pohon yang separo pohonnya sudah lepas tetapi pohonnya masih hidup. Dan terdapat lubang bagian tengah dan galih bagian atas dan bawah terputus seperti stalaktit dan stalaknit.


3. GALIH KELOR terdapat pada pohon kelor yang usianya mencapai usia diatas 50 - an tahun. Secara alamiah Galih Kelor memiliki kekuatan untuk :


• Keselamatan
• Penangkal santet, guna-guna, dll.
• Ketajaman instink (Indera ke-6) dan
• Kesaktian Dari literatur barat, kelor ada tiga jenis. Yaitu, kelor putih, hitam dan yang merambat. Galih kelor terbentuk dari pohon yang kena hama, namun karena
getahnya tinggi lalu terkontaminasi dengan udara dan air hujan.
Seorang kolektor kayu “bertuah” masih menyimpan tasbih dan tongkat komando dari galih kelor. Untuk tasbih dilepas harga Rp. 9.500.000,- dan tongkat komando Rp. 18.500.000,-
Galih kelor saat ini sudah sangat langka. Terbatasnya bahan baku menyebabkan harga mata cincin menjadi 2 – 3 kali lipat dibanding jenis kayu lain. Produk mata cincin Galih Kelor kami berasal dari potongan tongkat seorang Kiai asal Tebu Ireng Jombang. Pada tahun 1087 galih tersebut seharga Rp. 17,5 Juta. Mata cincin “Galih Kelor” 1,3 mm Rp. 750.000,- dan 1,5 mm Rp. 975.000,-


4. JATI LUWIH sering digunakan untuk tongkat. Kayu ini memiliki karakter multi fungsi, diantaranya :
• Melancarkan rezeki
• Keselamatan
• Kewibawaan
• Menolak santet, guna-guna, dll Kayu Jati Luwih ini sering digunakan para pejabat Militer sebagai tongkat komando.




5. KALIMASADA adalah pasangan dari Kayu Stigi dan Dewa Dharu. Ketiga jenis kayu ini banyak diburu pejabat. Jika ketiganya disatukan, memiliki energi luar biasa untuk :

• Melancarkan rezeki
• Meningkatkan keluhuran budi
• Kewibawaan dan
• Keselamatan, dll Kayu Kalimasada banyak dikoleksi para bisnismen.
Biasanya dipadukan denganKayu Setigi dan Dewa Dharu dalam bentuk tasbih atau asesoris.


6. KENGKENG adalah kayu khusus yang memiliki karakter menentramkan. Karena itu kayu Kengkeng sering digunakan untuk menenangkan bayi rewel (menangis) dengan cara diletakkan di bawah bantal. Fungsi lain kayu ini untuk :
• Menentramkan rumah tangga yang sering ribut
• Meningkatkan ketenangan batin dan
• Keselamatan jiwa
Bagi yang ingin lingkungan rumah atau kontor menjadi lebih sejuk, tenang dan damai gunakan kayu Kengkeng sebagai sarana.


7. LIWUNG sering digunakan untuk sarana meditasi karena memiliki karakter menentramkan dan mengendalikan gelombang otak. Kayu Liwung juga berfungsi untuk : • Keluhuran budi
• Kewibawaan
• Keselamatan Kayu Liwung jika digunakan sebagai tasbih dan digunakan untuk wirid/meditasi, menjadikan konsentrasi menjadi lebih maksimal (khusyuk).


8. LOTROK sering digunakan untuk membantu proses melahirkan agar lebih mudah. Caranya dengan merendam pada air putih lalu diminum. Kayu Lotrok efektif untuk :
• Menghilangkan kesialan hidup (sengkala)
• Menghilangkan santet, guna-guna, dll
• Keselamatan jiwa
Dalam tradisi Jawa, orang yang diruwat (dihilangkan kesialannya) disarankan menggunakan kayu ini.


9. MINGING adalah kayu yang banyak dimiliki para pejabat dan kalangan rohaniawan. Karakter dari kayu ini adalah : • Menajamkan instink (Indera batin)
• Menolak santet, guna-guna
• Kewibawaan • Keselamatan jiwa Karena mampu menajamkan intuisi, mereka yang bekerja dengan imajinasi, yang bisnis dibidang saham, layak memiliki kayu ini.


10. MULEN sering digunakan untuk penyembuhan. Kayu ini dimasukkan pada air putih lalu dibacakan doa-doa penyembuhan dapat memperkuat energi doa itu. Fungsi lain kayu ini untuk : • Keselamatan jiwa
• Kewibawaan
• Kesehatan
• Penangkal santet, guna-guna, dll Kalangan terapis alternatif banyak yang memanfaatkan kayu Mulen untuk memperkuat energi batin dan membantu mereka yang sedang dalam proses penyembuhan secara medis.




11. NAGA SARI efektif untuk penolak bahaya petir, selamat dari kecelakaan lalu lintas, menyembuhkan penyakit ringan dan penyakit dalam. Fungsi lainnya untuk :

• Kewibawaan
• Keharmonisan rumah tangga
• Meningkatkan karisma (daya tarik)
• Menambah khasiat jamu (secuil kayu Naga Sari dicampur pada jamu, menambah khasiatnya) Naga Sari digunakan sebagai tangkai tombak Kiai Pleret milik Panembahan
Senopati. Namun kayu ini energinya menjadi kotor jika dipegang orang yang pernah melakukan pembunuhan tanpa hak. Dengan memegang kayu ini pelaku pembunuhan dapat kejang. Kayu Naga Sari sifatnya “mempercepat proses”. Orang yang ingin keluar dari kehidupan gelap dan susah (sial) akibat perbuatan buruk (karma) pada masa lalunya, disarankan memanfaatkan kayu ini.


12. PONG RAMPUNG memiliki karakter yang hamper sama dengan jenis kayu yang lain. Yaitu untuk : • Melancarkan rezeki
• Memudahlan urusan yang rumit, dan
• Meningkatkan kesehatan Sesuai namanya, rampung (Jawa : Selesai) kayu ini sering dibawa mereka yang sedang menghadapi masalah rumit, apakah itu problem hukum, rumah tangga, bisnis, asmara, dll. Segala yang rumit, insya Allah jadi terurai.


13. SANGGA LANGIT sering digunakan untuk pelengkap tosan aji dan untuk : • Keselamatan jiwa
• Kewibawaan
• Keluhuran dan kemuliaan Kayu Sangga Langit dapat dipadukan dengan kayu Sangga Waja sehingga energi junjung (angkat) lebih maksimal terutama yang berakaitan dengan derajat, pangkat dan rezeki.


14. SANGGA WAJA karakternya seperti kayu stigi, yaitu “pemberat” sehingga tidak diperkenankan sebagai alat pukul karena berakibat fatal. Khasiat lain dari kayu ini untuk : • Melancarkan rezeki
• Menangkal santet, guna-guna, dll
• Kesehatan fisik
• Ketentraman batin
• Keteguhan hati Kayu Sangga Waja hampir sama dengan Sangga Langit, yaitu menentramkan.


15. SECANG BRAHMA karakternya hampir sama dengan jenis kayu yang lain, yaitu untuk : • Kewibawaan
• Awet muda (panjang usia)
• Keselamatan
• Melancarkan rezeki
• Penangkal santet (black magic)
• Menolak hama
• Menetralkan lokasi angker akibat pengaruh negative roh-roh jahat atau sihir. Ibu-Ibu agar tetap awet muda dan agar suami betah di rumah, silakan mengenakan asesoris dari kayu Secang Brahma dalam bentuk mata cincin, tasbih atau leontin.


16. SEMBOGA jika direndam pada air putih kemudian diminum menjelang tidur malam bermanfaat untuk : • Menolak santet, guna-guna, dll
• Melancarkan rezeki Kayu semboga banyak dijadikan pegangan orang yang punya jabatan penting dan rawan diserang kekuatan yang metafisis dari lawan politik-bisnisnya.




17. SETIGI adalah kayu yang paling populer diantara kayu bertuah. Kayu ini tergolong langka dan dapat ditemui di pulau-pulau kecil seperti kepulauan Karimunjawa, Jepara.

Kayu Setigi yang asli, warnanya hitam, dan tenggelam jika dimasukkan pada air (walau hanya secuil). Kayu ini banyak dimanfaatkan para jawara agar “tahan pukul” dan jika memukul lawan, menyebabkan pingsan. Jika kayu ini ditempelkan pada bekas gigitan hewan berbisa dapat
menempel dan menyedot bisanya keluar. Fungsi lain dari Kayu setigi untuk : • Meningkatkan kharisma
• Penangkal santet, guna-guna, dll
• Kekebalan (bagi yang cocok)
• Kewibawaan
• Keselamatan jiwa
• Penyembuhan tulang/Rhematik
• Memudahkan rezeki Kayu setigi hampir sama dengan kayu Naga Sari. Ditangan orang berahlak baik, kayu ini menjadi “generator” bagi kekuatan spiritualnya, namun energi kayu Setigi juga menjadi kecil jika dipegang orang yang buruk prilakunya. Kayu setigi tumbuh pada tanah yang tidak subur dan berbatu. Karena dihimpit benda keras menyebabkan teksturnya tidak merata (belang). Setigi asal dari Madura warnanya hitam kemerah-merahan. HATI-HATI. Banyak beredar tasbih Setigi palsu. Tanda dari yang palsu, jika dibelah warna bagian dalam kayu berbeda dengan bagian luarnya. Misalnya, sisi luar hitam namun bagian dalamnya lebih putih.


18. SULASTRI disebut juga “Kayu Kebahagiaan” atau “Kayu Pelet”. Kayu ini memiliki karakter meredam dan mendinginkan suasana. Fungsi lain dari kayu ini untuk : • Keharmonisan rumah tangga
• Kebahagiaan lahir-batin
• Kedamaian Untuk menimbulkan “radius aman” lokasi pertemuan-pertemuan, kayu sulastri selain dapat dikamuflase dalam bentuk asesoris yang kenakan. Sebagian menyebut kayu ini sebagai “kayu cinta-kasih”.


19. TASAK/SULAIMAN memiliki energi luar biasa sampai-sampai orang yang mentalnya labih, disarankan tidak menyimpan atau membawa kayu ini. Fungsi lain dari kayu ini untuk : • Meningkatkan karisma (daya tarik)
• Kewibawaan (mutlak)
• Keselamatan dari bahaya
• Keteguhan hati saat menghadapi masalah
• Penolak binatang buas
• Menetralkan lokasi angker akibat guna-guna, jin, setan, dll Kayu tasak/tesek digunakan oleh Ki Ageng Mangir dan Kiai Baru Klinting dalam legenda Rawa Pening, Ambarawa, Jawa Tengah.


20. TAWA berfungsi untuk rangka keris atau pusaka dan menetralkan tempat angker. Fungsi lain dari kayu ini untuk : • Penolak pageblug hewan (flu burung), dll.
• Obat dari gigitan hewan berbisa
• Menentramkan roh yang gentayangan Menurut Ki Gondo Darman. Dalang tertua di Sala, belumlah seseorang itu layak dianggap dalang wayang kulit, sebelum ia memiliki pusaka bertangkai kayu Tawa atau Mentawa.


21. WALIKUKUN disebut juga Kayu Laduni. Seseorang yang memanfaatkannya memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Fungsi lain dari kayu ini untuk : • Meningkatkan imajinasi dan kreativitas
• Keselamatan jiwa
• Kewibawaan Untuk meningkatkan produktivitas kerja, para pencipta, seniman, desainer perlu memiliki kayu ini.


22. WEGIG karakternya hampir sama dengan Kayu Walikukun. Wegig adalah kayu pegangan para pencipta dan para seniman karena berfungsi untuk : • Kecerdasan akal
• Cermat dan teliti
• Bijaksana dalam mengambil keputusan Selain yang tersebut diatas, kayu Wegig juga berfungsi untuk keselamatan dan kewibawaan. Para pengambil keputusan sangat cocok memanfaatkan kayu ini.


23. WINONG sering digunakan para ahli ilmu spiritual (metafisika) yang meyakini bahwa manusia yang masih hidup dapat berkomunikasi dengan ruh. Kayu ini disukai para makhluk ghaib dan ruh para leluhur sekaligus untuk : • Menolak santet, guna-guna, dll
• Kebijaksanaan
• Keselamatan jiwa Mereka yang nyalinya kecil, memiliki gejala jiwa dan lemah jantung tidak disarankan memanfaatkan kayu ini. Kayu ini dapat menjadi sarana pemikat agar makhluk-makhluk halus berkenan mambantu segala aktivitas kita.

KAYU BERKHASIAT – KAYU BERTUAH - KAYU LANGKA???
Oleh-oleh dari perjalanan mudik kemarin, di antaranya bertemu dengan orang yang mengetahui banyak tentang kayu-kayuan yang khusus. Orang tersebut kami kenal sebagai Bapaknya Prima, karena tidak tahu persis nama lengkapnya. Beliau bercerita tentang khasiat dan juga mengenalkan berbagai jenis kayu yang ada di seputar rumahnya.
Dengan kalimat pembuka, beliau menyatakan bahwa “pada prinsipnya meminta hanya pada Allah SWT, apapun yang terjadi adalah kehendak Allah”, dan ditambahkan “mungkin melalui jenis kayu-kayu bertuah diturunkanlah harapan-keinginan dari pemegang jenis kayu yang dipercaya ada khasiatnya”. Selanjutnya kami diberikan kertas fotocopy-an yang berjudul “Jenis-Jenis Kayu Bertuah”. Sayangnya kualitas dari fotocopy-an tersebut kurang jelas dalam perincian tentang tuahnya. Berikut saya salin tentang jenis kayu-kayu tersebut: (untuk “….” ada huruf yang tidak terbaca, namun berusaha mencari kata yang tepat dari cara kaitan dengan kata yang lain)
Nama Jenis Kayu

Tuah/Khasiat dari Kayu tersebut
1.      Naga Sari
:
Keselamatan, anti ilmu hitam, sihir, black magic, anti tanah sangar, hawa iblis, maksud jahat, musuh tersembunyi, kebijaksanaan, kewibawaan, kesetiaan, keharmonisan keluarga, keluhuran, kesehatan, rejeki, ketentraman
2.    Kastigi
:
Keselamatan, .... anti tanah sangar, anti hama tumbuh-tumbuhan, anti racun kadar tinggi, ....
3.    Drini
:
Keselamatan, kewibawaan, …. rejeki, penawar racun, anti daya negatif
4.    Te Sek
:
Kewibawaan, ketangguhan, keselamatan, anti hama tumbuhan, anti tanah sangar, hawa iblis, tahan lama didalam …., anti daya negatif
5.     Lontrok
:
Keselamatan anti daya negatif, menghilangkan hambatan, membantu orang yagn akan melahirkan buat yamg ada kesulitan, kewajaran
6.    Kebak
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti jin, anti tuyul, anti daya negatif.
7.     Wujek
:
Keselamatan, keharmonisan rumah tangga, kesetiaan anti daya negatif, melancarkan usaha, kepekaan pengasihan
8.    Jati Kluwih
:
Keselamatan, kewibawaan, rejeki, anti daya negatif
9.    Mentawa
:
Penawar racun, keselamatan, anti daya negatif, penawar tanah sangar, keamanan.
10.                        Jagad
:
Keselamatan, kewibawaan, anti tanah sangar, kanuragan, energi bila dibawa, tidak mudah lelah, kelincahan, keuletan, anti daya negatif
11.  Menta
:
Kewibawaan, keselamatan, anti daya negatif, keteguhan, keluhuran, kesehatan, kanuragan, obat mata yang lama tidak sembuh
12.Wunglen
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, ketenangan, anti daya negatif
13.Kenkeng
:
Ketenangan, keselamatan, anti daya negatif, ketentraman, penolak sawan
14.Walikukun
:
Keselamatan, kewibawaan, kesehatan, anti daya negatif, anti tanah sangar
15. Liwung
:
Keselamatan, anti daya negatif, ketenangan, sangat membantu dalam meditasi (konsentrasi)
16.Minging
:
Keselamatan, anti daya negatif, kewibawaan, kepekaan, ketajaman penginderaan
17. Galih Asem
:
Keselamatan, kewibawaan, keteduhan, ketentraman, anti daya negatif
18.Galih Kelor
:
Keselamatan, kewibawaan, rejeki, anti daya negatif, kanuragan, menambah tajam penginderaan
19.Sangga Waja
:
Keselamatan, keteguhan, rejeki, anti daya negatif, daya energi tinggi
20.                      Rukem
:
Keselamatan, anti daya negatif, keteguhan
21.Sri Gading
:
Keselamatan, kesehatan, anti daya negatif, tajam penginderaan
22.                       Sisir
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti jin, anti tuyul, anti daya negative, memperkuat kayu bertuah lain
23.                       Dewandaru
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti daya negatif, anti racun
24.                       Boga
:
Keselamatan, melancarkan usaha, anti daya negatif
25.                       Sulastri
:
Keselamatan, menjalin keharmonisan rumah tangga, kesetiaan, kemesraan, kehangatan, ketentraman
26.                       Secang
:
Keselamatan, kesehatan, anti daya negatif, anti hama tumbuh-tumbuhan, unsure rejeki
27.                       Songgo Langit
:
Kewibawaan, kemuliaan, ketenangan, keluhuran, keselamatan, anti daya negatif
28.                       Kantil
:
Pengasihan, rejeki kewibawaan, lancarkan usaha (apabila dirajah)
29.                       Rampung
:
Keselamatan, rejeki, kewibawaan, anti daya negatif, ketangguhan energi
30.                      Rao
:
Kewibawaan, kemuliaan, ketenangan, keluhuran, keselamatan, anti daya negatif
31.Bunglon
:
Keselamatan, keharmonisan, kesetiaan rejeki, keteguhan, anti daya negatif, pengasihan
32.                       Tejo
:
Menghisap racun, membuka aura, tolak bala, anti daya negatif
33.                       Tutup
:
Melengkapi kayu kebak, melancarkan usaha/rejeki
34.                       Krincing Wesi
:
Keselamatan, kewibawaan, energi kanuragan, keluhuran, pencarian, anti daya negatif, penginderaan
35.                       Wegig
:
Keselamatan, kewibawaan, keteguhan, kebijaksanaan, anti daya negatif, kecermatan dalam berfikir
36.                       Winong
:
Keselamatan, anti daya negatif, kebijaksanaan, keluhuran disenangi/dicintai leluhur.
37.                       Wahyu
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, melancarkan usaha, anti daya negatif
38.                       Kalima Sada
:
Keselamatan, keluhuran, kewibawaan, melancarkan usaha, anti daya negatif
39.                       Pring pethok, Garang Pethok, Pring Ketemu Ros, Pring Tumpuk/ Rotan Pethok
:
Keselamatan, melancarkan usaha, mendatangkan keberuntungan, menolak pencurian penyakit menular, hawa iblis, tanah sangar, ilmu hitam, anti daya negatif
40.                      Itam
:
Keselamatan, penangkal roh jaha, ketentraman, kedamaian, keteduhan, anti daya negatif
41.Cukil Kayu
:
Keselamatan, rejeki, daya tarik, kewibaan, anti daya negatif, keteduhan, ketentraman
Karena ada banyak huruf yang kurang jelas atas fotocopy-an tersebut, kami mendapatkan keterangan dari fotocopy-an lainnya yang judulnya “Kayu Bertuah” (sumber informasi dari Budi Hardono, Bambang Suhartono, Wisanggeni Heru Prasojo), Di dalam fotocopyan kedua ini kami mendapatkan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan kayu bertuah adalah beberapa jenis yang secara kodrati mengandung/mempunyai DAYA KEKUATAN ENERGI atu POTENSI SUPRANATURAL dan bukan REKAYASA manusia. Tuah kayu-kayu tersebut merupakan pancaran energi yang dapat dipelajari dan diketahui dengan berbagai cara. Adapun jenis/macam kayu bertuah yang dicantumkan, adalah:
1.      Kayu TAWA/MENTAWA
2.    Kayu MENTIGI/SETIGI/DRINI
3.    Kayu TASAK/TENGSEK/TESEK/SOLEMAN
4.    Kayu SETIGI KUNING/SETIGI JAWA/KASTIGI
5.     Kayu NAGASARI/SARI/GANDEK/CIKLI/MANDIRO
6.    Kayu LOTROK/LONTROK
7.     Kayu KENGKENG
8.    Kayu SULASTRI
9.    Kayu KEBAK
10.                        Kayu BOGA
11.  Kayu SEPANG/SECANG/SANTAN/BRAHMA
12.Kayu LINGSAR/LINGGA MANIK
13.Kayu SONGGO LANGIT
14.Kayu RAO
15. Kayu DEWA DARU
16.Kayu WALIKUKUN
17. Kayu GALIH ASEM/GALIH IRENG
18.Kayu GALIH KELOR
19.Kayu UNGLEN/WUNGLEN/MULEN
20.                      Kayu SANGGA WAJA
21.Kayu RUKEM
22.                       Kayu KALIMASADA
23.                       Kayu WEGIG
24.                       Kayu WINONG
25.                       Kayu LIWUNG
26.                       Kayu MINGING
27.                       Kayu JATI LUWIH/JATI KLUWIH
28.                       Kayu PONG/RAMPUNG
29.                       Kayu WAHYU
30.                      Kayu SISIR
31.Kayu KLAMPIS HITAM
32.                       Kayu WIDE
33.                       Kayu TAYUMAN/JANGKER
Pencantuman nama kayu, kemudian tuah dari kayu, selanjutnya tentang penggunaannya dan saran (ehm... cukup banyak kalau diketik ulang). Contohnya seperti uraian untuk Kayu TAWA/MENTAWA – Tuahnya sebagai penawar terhadap daya negatif, keselamatan, keamanan, penggunaan kayu direndam dalam air, berdoa kepada Tuhan kemudian air diminum, mandi, atau diseram pada baian rumah/halaman. Dapat untuk melindungi ternak dari pagebluk. Saran, terhadap luka terkena racun, kayu dibasahi lalu ditempelkan untuk menghisap racunnya . BAik sekali untuk bahan rangka keris khusunya milik dalang. Dapat pula untuk ruwatan roh orang meninggal.

Sepulang dari rumah beliau, kami mendapatkan pohon walisongo.. satu batang daunnya ada sembilan. Disamping itu kami juga dibekali berbagai jenis kayu.Di antaranya mendapatkan kayu nagasari berbentuk segitiga. Kami juga diperlihatkan mata cincin dari kayu yang kalau tidak diberi tahu kami pikir itu adalah batu.
Oh yaa... saya jadi iseng coba menelusuri google.. ternyata menemukan 101 site dengan pencarian:["kayu bertuah" berkhasiat].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar